#2 es pisang ijo
⏳ Jam istirahat pertama
Jeanne memutuskan untuk beranjak dari kursi dan melangkahkan kakinya keluar kelas. Ia berniat untuk berkeliling sekolah dan mengunjungi tempat yang paling membuatnya penasaran, perpustakaan.
“JEA TUNGGUIN GW!” Teriak Nara saat Jeanne keluar dari ruangan kelas di pagi itu. Ia beranjak dari bangkunya dan menghampiri Jeanne yang sudah ada di luar kelas, "mau keluar nggak ngajak-ngajak ih!"
"Hehehe kirain lo pengen di kelas aja."
"Daripada gw digombalin terus mening gw keluar aja, Jea."
“Wkwkwk capek ya digombalin terus,”
“Iyaa! Ish sumpah gw kesel banget sama tuh orang!”
“Awas nanti suka loh, wkwkwk”
“JEA IH! AMIT-AMIT!!”
Jeanne hanya tertawa puas melihat respon Nara.
"Besok, lo harus duduk di sebelah gw ya! Harus pokoknya. Gw ogah sebangku sama dia lagii!" Rajuk Nara.
"Iya deh iya.”
“Mau makan apa, Jea?” Tanya Nara.
“Oh nggak. Gw mau ke perpus Ra, penasaran banget soalnya katanya perpus sekolah ini lumayan gede dan lengkap,”
“Hadeh orang pinter mah beda ya 🙂” Nara menggelengkan kepalanya, “ke kantin aja yuk lah! Ke perpus nya kapan-kapan lagi ajaa..” ajaknya.
“Gw nggak laper sih hehe…” Jeanne menolak ajakan Nara.
“Yah Jea… temenin gw dulu dong please...”
Jeanne bingung dibuatnya. Karena tidak terlalu lapar, ia pikir sebaiknya waktu istirahat ia gunakan untuk mengunjungi perpustakaan sekolah daripada menghabiskan waktu dan uangnya di kantin.
“Lagipula istirahatnya cuman sebentar, nanti malah gak puas di perpusnya.”
“Hmm..” Jeanne berpikir, “yaudah oke ayo,” akhirnya Jeanne menyetujui.
Nara tersenyum lebar hingga mereka sampai di kantin yang dipenuhi banyak orang. Setelah membeli makanan yang mereka sukai, Jeanne dan Nara memutuskan untuk duduk di ujung salah satu kursi panjang yang ada di dekat taman.
“Lo les musik bareng Yedam, berarti jago main alat musik dong? Suara lo bagus banget yaa pasti 😄” kata Jeanne setelah mereka duduk.
Nara tersenyum, “nggak juga,” jawabnya, “lo sendiri? Pasti bisa ngelakuin banyak hal ya?” Tanya Nara pada Jeanne.
“Eh? Kenapa lo mikir gitu?”
“Keliatan aja sih hehehe.”
“Wkwkwk nggak juga sih.”
Nara kembali asyik dengan makanannya sementara Jeanne yang sedang tidak ingin makan asyik dengan ponselnya. Situasi kantin semakin berisik, antrian semakin panjang, dan kursi-kursi semakin dipenuhi oleh warga sekolah.
Di sisi lain, sekelompok siswa dengan makanannya masing-masing sedang kesulitan mencari tempat duduk yang kosong.
“Wah pas banget nih, Ra, kita kehabisan tempat duduk. Gw duduk sini ya,” kata salah seorang dari sekelompok siswa tersebut. Tanpa menunggu persetujuan, siswa tersebut duduk di sebelah kanan Nara.
“Hehe,”
Ia diikuti oleh dua orang temannya yang mengambil tempat duduk di sisi sebelah kiri Nara dan di sebelah Jeanne.
“Ini tandanya kita jodoh, Ra,” kata teman Junghwan dengan tatapan mautnya.
“Nggak dong, Woo. Kan gw yang pertama lihat kalau bangku sebelahnya Nara kosong,” elak Junghwan.
“Eits, nggak gitu Wan. Nih ya, yang penting itu bukan yang pertama, tapi yang selalu ada,”
Mendengar itu, sontak semua orang di meja itu menatapnya bingung.
“Ck. Kalian kalau mau ganggu makan gw mening gak usah duduk disini!” Nara mulai kesal.
Junghwan dan Jeongwoo langsung diam dan fokus makan, tak ingin membuat Nara semakin kesal.
“Kok nggak makan?” Seseorang di sebelah Jeanne mencoba memulai percakapan.
“Lagi nggak laper, hehehe,”
Ia mengangguk mendengar jawaban Jeanne. Masih mencoba untuk berinteraksi dengan Jeanne, ia menyodorkan makanannya.
“Nih, lo harus coba ini. Es pisang ijo.”
“Eh, nggak Ru, makasih. Lo makan aja,” tolak Jeanne.
“Tapi ini enak banget! Belum gw sentuh kok.”
“Wkwkwk kalau belum lo sentuh darimana lo tahu kalau itu enak?”
“Eh?” Ruto baru menyadari bahwa dirinya salah bicara, “emangnya nggak keliatan enak?”
“Wkwkwk iya sih,”
Ruto mengambil sesendok es pisang ijo dan menyodorkannya ke Jeanne, “nih,”
Jeanne mengambil sendok tersebut dan menyuapkan sesendok es pisang ijo ke mulutnya.
Anjir, gagal. umpat Ruto dalam hati.
“Gimana?”
“Enak, Ru!” Jeanne tersenyum senang. Good food = good mood, iya kan?
Ruto pun ikut tersenyum, “iya kannn,” dan turut menyuapkan sesendok es pisang ijo ke mulutnya.
Eh tapi kan itu bekas gw? Ujar Jeanne dalam hati. Ia tercengang menatap Ruto.
“Lagi?” Tawar Ruto.
“Nggak usah hehe.”
Jeongwoo yang duduk di depan mereka, menyaksikan itu dan membuat ekspresi yang sulit dimengerti.
Junghwan, Nara dan Jeongwoo asyik dengan makanannya. Di depan mereka, Ruto asyik memakan es pisang ijo sambil memandang perempuan di sebelahnya yang sedang asyik dengan ponsel nya.
“Manis ya, Ru?” Tanya Jeongwoo iseng.
“Iya,”
“Es pisang ijo kan memang manis,” kata Junghwan.
Ruto menganggukkan kepalanya dan lanjut makan. Sedangkan Nara menatap Ruto curiga.
“Pffftt, 🤭” Jeongwoo menahan tawanya.
—
Tak terasa kegiatan di hari pertama sudah selesai. Jeanne sudah berkenalan dengan penghuni kelas, dan menghabiskan waktu dengan beberapa dari mereka.
“Lo pulangnya gimana?” Tanya Ruto saat Jeanne sedang membereskan barang-barang nya.
“Gw biasanya pakai bus, sih,” jawab Jeanne.
“Oh, sama! Ayo ke halte bareng gw,” ajak Ruto.
“Ayo aja, gw bareng Yedam juga kok,” Jeanne beranjak dari bangkunya, “yok Dam!” Katanya sambil berjalan ke luar kelas.
“Bareng Ruto juga?” Tanya Yedam.
“Iya Dam gapapa ya?” Jeanne bertanya balik.
“Santuy gw mah,” kata Yedam. Ia melirik Ruto dan tersenyum simpul.
Akhirnya Jeanne, Ruto dan Yedam berjalan bersama sampai halte. Sepanjang perjalanan dari kelas, koridor, halaman sekolah, gerbang, trotoar hingga halte, mereka bertiga asyik bercerita.
Walaupun ada Yedam disana, senyuman Ruto terus terukir di wajahnya. Saat mereka berpisah karena bus yang mereka tumpangi berbeda pun, senyumnya tak kunjung hilang. Yang ada malah semakin lebar sehingga orang-orang menatapnya heran.
Ah gilaa!
—
📍Rumah Jeanne
Jeanne tersenyum ketika ia merebahkan diri di kasur dengan seragam sekolah yang masih melekat di tubuhnya. Mengingat semua hal yang terjadi hari ini membuatnya sangat senang. Sekolah yang bagus, teman-teman yang menyenangkan ditambah Yedam–sahabatnya–ternyata berada di kelas yang sama, wali kelas yang ramah, semuanya membuat Jeanne semakin semangat untuk menjalani hari-hari berikutnya.
Beberapa menit kemudian, ia beranjak untuk mandi. Namun, notifikasi dari ponselnya mengalihkan perhatian Jeanne.
“Wkwkwk si Yedam,” ucapnya ketika melihat nama pengirim chat di ponselnya.
“Gak jelas.”






thor itu rutonya suruh berhenti senyum dong, kasian bisi pegel 🤭
ReplyDeletebiarin aja, ganteng soalnya hehehe
Delete